Banner 468 X 60

Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 06 Mei 2012

Perpustakaan Keliling


Perpustakaan Keliling
Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki penduduk dengan jumlah besar. Berdasarkan data tersebut, seharusnya Indonesia dapat memiliki sumber daya manusia yang potensial
dalam membangun dan memajukan negaranya. Hal itu dikarenakan masih banyaknya penduduk yang belum mendapatkan pendidikan yang cukup. Itu dapat terlihat dari tingginya tingkat buta huruf yang diderita oleh penduduk Indonesia, terlebih penduduk yang tinggal di pelosok-pelosok daerah. Dalam mengatasi permasalahan ini, Pemerintah Indonesia berinisiatif untuk menggalakkan program Wajib Belajar Sembilan Tahun yang diberikan secara cuma-cuma di sekolah-sekolah
milik pemerintah. Program wajib belajar tersebut dapat membawa ‘angin segar’ bagi penduduk Indonesia yang tidak memiliki cukup dana untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka.
Faktor yang belum digarap maksimal namun sangat dibutuhkan bagi keberhasilan program Wajib Belajar Sembilan Tahun yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia adalah belum adanya fasilitas pemberian buku sebagai sarana penunjang kegiatan belajar dan mengajar secara cuma-cuma. Padahal, pada kenyataannya peranan buku sangatlah penting dalam mensukseskan keberhasilan program Wajib Belajar Sembilan Tahun. Buku merupakan panduan bagi para guru maupun para murid agar proses kegiatan belajar dan mengajar dapat berlangsung secara optimal. Buku merupakan jembatan penghubung yang dapat membuka ‘jendela dunia dimana semua pengetahuan yang melintasi dunia maupun jaman terjabar di dalamnya. Keberadaan buku tidak dapat dipandang hanya sebelah mata saja karena buku merupakan ‘nyawa’ bagi pendidikan penduduk Indonesia.
Namun, Pemerintah Indonesia memiliki kendala dalam fasilitas pemberian buku secara cuma-cuma karena setiap tahun Pemerintah Indonesia harus mengalokasikan sejumlah dana yang cukup besar untuk membiayai pendidikan penduduk Indonesia melalui program Wajib Belajar Sembilan Tahun. Pemerintah Indonesia tidak harus memberikan buku secara cuma-cuma untuk menunjang keberhasilan program Wajib Belajar Sembilan Tahun. Namun, Pemerintah Indonesia dapat meminjamkan buku secara cuma-cuma kepada penduduk Indonesia melalui program perpustakaan keliling. Dengan adanya program perpustakaan keliling tersebut, banyak manfaat yang didapatkan oleh Pemerintah Indonesia. Selain pendanaan yang lebih efisien, Pemerintah Indonesia dapat menjangkau penduduk yang berada di pelosok-pelosok daerah.
Perpustakaan keliling dapat dikatakan sebagai salah satu solusi permasalahan yang efektif dan efisien untuk Pemerintah Indonesia apabila perpustakaan tersebut berwujud kendaraan beroda empat, baik berupa mobil kecil ataupun bus kecil yang disulap menjadi perpustakaan berjalan. Pada kenyataannya, semakin besar mobil yang disulap menjadi perpustakaan keliling tersebut maka akan semakin baik karena kapasitas buku yang ditampungnya pun akan semakin besar. Oleh karena itu, alangkah lebih baik apabila pemilihan mobil perpustakaan keliling juga melihat dari struktur jalan yang akan dilewati. Untuk menangani permasalahan kapasitas jumlah buku yang dibawa, pemerintah dapat memecahkan persoalan tersebut dengan memodifikasi mobil perpustakaan keliling sedemikian rupa sehingga dapat membawa buku dengan kapasitas maksimal.
Untuk prosedur pengoperasian perpustakaan keliling, Pemerintah Indonesia dapat menerapkan sistem pinjam seperti yang diberlakukan pada perpustakaan permanen. Selain itu, pemerintah juga dapat menerapkan sistem denda apabila mayarakat meminjam lebih dari waktu yang disepakati. Hal itu dapat mengajarkan nilai kedisiplinan dan tanggungjawab terhadap masyarakat Indonesia sehingga tingkat kedisiplinan dan tanggungjawab masyarakat Indonesia semakin meningkat. Sistem pesan buku dapat juga dijalankan oleh perpustakaan keliling untuk mengatasi permasalahan mengenai keterbatasan buku yang dibawa oleh perpustakaan keliling. Masyarakat dapat memesan buku dengan memberikan judul buku dan nama pengarang dengan lengkap sehingga petugas perpustakaan keliling dapat membawakan buku yang dimaksud dengan tepat dan sesuai dengan keinginan pemesan sehingga petugas perpustakaan keliling tersebut dapat membawa buku yang dipesan sesuai dengan jadwal kedatangan mereka di lokasi masyarakat yang memesan buku tersebut.
Untuk dapat membuka wawasan dan pengetahuan masyarakat Indonesia, Pemerintah Indonesia dapat menyediakan aneka macam buku pengetahuan, baik buku pelajaran sekolah maupun buku-buku pengetahuan lainnya yang tidak berhubungan dengan sekolah namun dapat menambah pengetahuan masyarakat Indonesia sehingga masyarakat Indonesia dapat menjadi masyarakat yang semakin berkembang dari waktu ke waktu dan memiliki pola pemikiran yang luas. Masyarakat Indonesia dapat menambah pengetahuan yang berhubungan dengan pekerjaan mereka sehingga mereka dapat melakukan pekerjaan mereka lebih optimal lagi dan memiliki motivasi yang lebih untuk maju  serta tidak tertinggal dari kemajuan bangsa lain. Pemerintah juga dapat menyediakan buku-buku seputar hobi dimana buku-buku tersebut dapat mengarahkan masyarakat agar masyarakat dapat mengembangkan hobi mereka dan pada akhirnya hobi mereka tersebut dapat menjadi sumber penghasilan mereka serta membawa mereka ke kehidupan yang lebih baik dan layak.
Pada akhirnya, perpustakaan keliling merupakan solusi tepat, ampuh, dan pasti dalam membuka wawasan masyarakat Indonesia dan membawa masyarakat Indonesia serta Negara Indonesia tercinta ini ke kehidupan yang lebih baik lagi.

0 komentar:

Posting Komentar