Banner 468 X 60

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Eris Chaningtyas S. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eris Chaningtyas S. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juni 2012

SISTEM SIRKULASI




SISTEM SIRKULASI PERPUSTAKAAN
Layanan Sirkulasi merupakan denyut dari semua kegiatan layanan perpustakaan karena pada bagian sirkulasi merupakan jasa yang bisa dirasakan langsung oleh pengguna perpustakaan.   Kata sirkulasi berasal dari bahasa inggris “Circulation” yang berarti perputaran, peredaran, seperti pada “ sirkulasi udara” sirkulasi uang dan sebagainya. Dalam ilmu perpustakaan, sirkulasi sering dikenal dengan peminjaman namun demikian pengertian pelayanan sirkulasi sebenarnya adalah mencakup semua bentuk kegiatan pencatatan yang berkaitan dengan pemanfaatan, penggunaan koleksi perpustakaan dengan tepat guna dan tepat waktu untuk kepentingan pengguna jasa perpustakaan ( Lasa Hs., 1993 : 1).
Bagian ini, terutama meja sirkulasi, seringkali di anggap ujung tombak jasa perpustakaan karena bagian inilah yang pertama kali berhubungan dengan pengguna atau pemakai serta paling sering di gunakan pemakai, karenanya unjuk kerja staf sirkulasi dapat berpengaruh terhadap citra perpustakaaaan ( Sulistio-Basuki 1991 : 257 )
Kegiatan pada bagian sirkulasi meliputi pendaftaran anggota perpustakaan, peminjaman koleksi, pengembalian dan atau perpanjangan, penagihan, pemberian sanksi, waktu layanan, sistem peminjaman, dan pembuatan statistik pengunjung. Layanan yang cepat, tepat, mudah, akurat, dan berorientasi pada pemustaka agar mereka puas (Lasa, 2009:187).
TUJUAN DAN FUNGSI SIRKULASI
1.    Tujuan Layanan Sirkulasi
Layanan Sirkulasi adalaht suatu jenis layanan yang sering berhadapan dengan pengunjung. Menurut Lasa dalam buku Jenis-jenis Pelayanan Informasi Perpustakaan   ( 1995:1) tujuan sirkulasi antara lain;
a.    Pengunjung dapat memanfaatkan koleksi perpustakaan semaksimal mungkin.
b.     Mudah diketahui siapa yang meminjam koleksi tertentu, di mana alamatnya, serta kapan koleksi itu harus kembali.
c.    Terjaminnya pengembalian pinjaman dalam waktu yang jelas, sehingga keamanan bahan pustaka akan terjaga.
d.    Diperoleh data kegiatan perpustakaan terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan koleksi.
e.    Apabila terjadi pelanggaran akan segera diketahui.

2.    Fungsi Layanan Sirkulasi
Fungsi Layanan sirkulasi menurut Sulistyo-Basuki dalam buku Pengantar Ilmu Perpustakaan (1991:257 antara lain;
a.    Mengawasi pintu masuk dan keluar perpustakaan.
b.    Pendaftaran anggota, perpanjangan keanggotaan, dan pengunduran diri anggota perpustakaan.
c.    Meminjamkan serta mengembalikan buku dan memperpanjang waktu peminjaman.
d.     Menarik denda bagi buku yang terlambat dikembalikan.
e.     Mengeluarkan surat peringatan bagi buku yang belum dikembalikan pada waktunya.
f.     Tugas yang berkaitan dengan peminjaman buku, khususnya buku hilang atau rusak.
g.    Bertanggung jawab atas segala berkas peminjaman.
h.    Membuat statistika peminjaman.
i.      Tugas lainnya terutama yang berkaitan dengan peminjama.

HAL-HAL DALAM PELAYANAN SIRKULASI


                        Sistem Pelayanan Menurut Qalyubi dkk ( 2003 : 222-223 ) bahwa pelayanan di perpustakaan lazimnya menggunakan dua system, yaitu sebagai berikut :

ü  Terbuka ( Open Access )
Sistem terbuka membebaskan pengunjung ketempat koleksi perpustakaan dijajakan. Mereka dapat melakukan browsing atau membuka-buka, melihat-lihat buku, mengambil sendiri. Ketika tidak cocok, mereka dapat memilih bahan lain yang hamper sama atau bahkan yang berbeda.
-       Keuntungan system terbuka
Pemakai dapat melakukan browsing dan member kepuasan kepada pengguna karena pengguna dapat memilih sendiri koleksi yang sesuai dengan kebutuhannya. Tenaga yang di butuhkan tidak banyak.
-       Kelemahan system terbuka
Pemaki banyak yang salah mengembalikan koleksi pada tempat semula, sehingga koleksi bercampur aduk. Petugas setiap hari harus mengontrol rak-rak untuk mengetahui buku yang salah letak dan kehilangan koleksi relative besar.



ü  Tertutup ( Closed Access )
Di dalam system tertutup pengunjung tadak diperkenankan masuk ke rak-rak buku untuk membaca ataupun mengambil sendiri koleksi perpustakaan. Pengunjung hanya dapat membaca atau meminjam melalui petugas yang akan mengembalikan bahan pustaka untuk para pengunjung.
-        Kelebihan system tertutup
Koleksi akan tetap terjaga kerapianya dan koleksi yang hilang dapat diminimalkan.
-       Kelemahan system tertutup.
Banyak waktu yang diperlukan untuk mengisi formulir dan menunggu bagi yang mengembalikan bahan-bahan pustaka dan sejumlah koleksi tidak pernah disentuh atau dipinjam.
Read more..

Layanan Perpustakaan

Pada era globalisasi ini, teknologi informasi berkembang sangat cepat (Information technologi developes rapidly). Dimana peran pustakawan pada sebuah perpustakaan sebagai media penyampai informasi dapat dengan menggunakan berbagai program kemasan informasi dengan aneka penyajian. Aneka kemasan informasi diolah oleh pustakawan sehingga siap untuk dimanfaatkan. Tidak dapat dipungkiri sehingga peran seorang pustakawan menjadi tolak ukur apakah informasi yang disampaikan bermanfaat atau tidak, sesuai dengan kbutuhan pengguna dan pengunjung. Perpustakaan tanpa adanya pengguna, hanya menjadi gudang koleksi yang akhirnya menjadi sarang debu, seperti rumah tak bertuan. Penting kiranya mengenal peran pustakawan dalam mengelola perpustakaan, apa yang harus dilakukan terhadap bahan pustaka agar informasi bermanfaat bagi pengguna atau pengunjung perpustakaan.

.Praktik di dunia pemasaran dan jasa tersebut juga terjadi di ranah perpustakaan. Pembeli atau konsumen di perpustakaan disebut pengunjung atau pemakai ( user ). Perpustakaan harus jeli melihat pasar dan menentukan segmentasi pemakainya. Pustakawan dalam hal ini adalah seorang yang menyelenggarakan kegiatan perpustakaan dengan jalan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu yang dimiliki melalui pendidikan ( Kode Etik Pustakawan, 1998:1)

Keberhasilan Layanan perpustakaan ditentukan oleh komponen pustakawan dalam mengelola perpustakaan, oleh karena itu staf perpustakaan ( pustakawan ) harus memadai dari segi jumlah dan mutu untuk memenuhi kebutuhan pelayanan dan program yang dikembangkan di perpustakaan.Dalam menyikapi semakin tingginya tuntutan pemustaka agar perpustakaan meningkatkan mutu layananya, maka kompetensi dan profesionalisme pustakawan harus terus menerus ditingkatkan dan disesuaikan dengan tuntutan pemustaka. Agar menciptakan suatu perpustakaan yang dirindukan pemustakanya

Read more..

Rabu, 20 Juni 2012

KEPUASAN USER ( Pemakai )




Apa kabar teman-teman, semoga tetap menjadi seorang yang haus akan ilmu pengetahuan :)
Dewasa ini perkembangan teknologi  informasi sudah mempengaruhi berbagai kehidupan. Salah satunya kita bisa lihat tolak ukur suatu bangsa bisa di nilai dari kualitas sumber daya manusia tersebut. Untuk mencetak sunber daya manusia berkualitas di butuhkan pola pikir yang bisa bersaing di era globalisasi ini. Kreatif, inovatif dan terampil agar tidak terbelenggu oleh jaman, dan mampu mencetak sumber daya manusia yang kompeten.
         Perkembangan ilmu pengetahuan turut andil dalam sepinya dunia perpustakaan. Masyarakat lebih cenderung mengakses informasi dari internet dari pada harus berkunjung ke perpustakaan. Askes internet lebih dinikmati karena cepat dan praktis tak butuh waktu lama. Hal ini tentunya perlu diperhatikan bagi insan perpustakaan. Peran perpustakaan sebagai fungsi yang efektif, edukatif, dan sebagai pelestarian bangsa. Keberadaan perpustakaan sebagai wadah informasi, baik dalam bentuk cetak maupun karya rekam bahkan dalam bentuk digital, yang bisa digunakan oleh user atau pengguna. Suatu perpustakan yang mampu menyeleksi informasi yang kemudian dikemas secara professional agar dampak positif, agar dirindukan pemustakanya. Dengan adanya system pelayanaan yan dapat  menjadikan masyarkat cerdas yang cinta perpustakaan.

Faktor yang mempengaruhi Layanan
Ø  Empati
Tindakan seorang pustakawan atau petugas perpustakaan bisa merasakan apa yang dirasakan user atau pengguna dan melayani dengan sopan, ramah, senyum agar user atau pengguna merasa nyaman, agar dirindukan pemustakanya.
Ø   Keandalan ( Reliability )
Kemampuan pustakawan dalam memberikan layanan yang akurat, cepat dan memuaskan
Ø  Daya Tanggap ( Responsiveness )
Seorang pustakawan harus profesional yaitu memiliki daya tanggap yang responsif.
Ø   Kenyamanan Pemakai
Sa’at pertama kali pemakai datang ke perpustakaan yang di pandang, bagaimana perpustakaan itu memiliki tempat yang nyaman, bersih, asri dimana pertama kali datang bisa berkesan di hati pemustaka . Terdapat papan petunjuk arah lokasi yang strategis sehingga pemakai mudah menemukan
Era kemajuan teknologi informasi membuat peningkatan layanan informasi yang sangat besar. Terlepas dampak positif dan negatifnya yang mungkin dapat timbul, perpustakaan harus menyiapkan SDM agar dapat menjadi font-liners dalam sci entific discoveries. Dimana tentunya sebuah system layanan pemakai sangat berpengaruh. Pelayanan di berikaan pustakawaan kepada pemustaka bisa membuat pemuakai merasa nyaman. Perpustakaan akan dirindukan pemakai atau user jika daalaam pelanyananya membuat pemakai merasa betah dating berlama-lama di perpustakaan. Pustakawan harus mempunyai kesadaran bahwa melayani merupakan ibadah. Membuat senang hati orang lain dengan memberikan informasi merupakan ladang amal soleh dan itu kegitan yang mulia. Dalam agama islam terdapat suatu hadist yaitu “Orang yang hari ini lebih buruk dari orang lain, maka orang tersebut tergolong celaka. Jangan mengharapkan perubahan datang tapi berubahlah untuk bergerak menuju kebaikan. Tentu saja semua tergantung kesadaaran diri anda sendiri. Mau bergerak mundur atau maju?, siapkanlah diri anda menuju perubahan yang seknifikan bukan terbelenggu dengan keadaan. Perubahan barasal dari dalam akan berdampak luar biasa bagi diri.

Sumber ; Dari pengalaman praktek  di salah satu perpustakaan, foto juga d ambil dari praktek
            
Read more..

Senin, 28 Mei 2012

Motivasi MENULIS



Bagi seorang pemula, memulai  untuk menulis merupakan hal yang sulit.  “ Wah saya tidak punya waktu menulis”. Itulah ungkapan yang sering kita dengar dari orang yang tidak pernah merasakan manfa’at menulis.  Namun, kalau menulis surat, chatting, ataupun sms dengan suami, istri, pacar, dan sahabat maupun rekan. Kita bisa melakukan dengan lancar bahkan hasilnya bisa sampai berlembar-lembar.

Tidak membahas terlalu jauh. Problem ini bermula dari pengalaman pribadi saya. Aktivitas yang saya jalani, dari kuliyah, mengajar, memberikan bimbingan belajar bagi adik-adik dan membantu orang tua melakukan pekerjaan rumah. Dengan hati yang ikhlas semua saya jalani dengan kebahagiaan tersendiri. Saya berfikir dengan itu saya sudah bisa mengaplikasikan ilmu yang saya miliki. Tapi dalam benak juga membrontak, apa yang saya lakukan seperti sayur  tanpa penyedap rasa. Tahu sendirikan teman-teman bagaimana rasanya ( kurang komplit ).

Sampai suatu sa’at saya di pertemukan dengan seorang pemuda, sebut saja panggilanya AS. Semula kita Cuma ngobrol biasa tentang aktivitas masing-masing. Waktu itu saya juga masih terbelenggu dengan sebuah pemikiran yang saya anggap sudah bermanfa’at. Pemuda bertanya kenapa tidak menulis ? Dengan kepolasan saya menjawab “ tidak punya waktu buat menulis “. Dikarenakan otak ini belum terbentuk sebuah system menulis. Otak ini belum writing oriented. Pemuda itu menyampaikan betapa manfa’at sebuah tulisan.  Menulis itu ibarat menciptakan suatu kebiasaan baru.  Merupakan sebuah amal jariyah yang tidak akan putus jika kita tiada nanti, jika orang lain masih memanfa’atkan tulisan kita untuk kebaikan. Maka, tulislah yang bermanfa’at bagi orang lain. Di dalam hakikat Q.S 18 : 109 sendiri juga menyebutkan, yang artinya;

Katakanlah:  “ Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk ( menulis ) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ( ditulis ) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu pula”.

“Betapa maha luasnya ilmu Allah. Bahakan bila seluruh lautan menjadi tinta untuk menulis, tak akan mampu menulis kalimat-kalimat Allah. Nasehat, motivasi, dorongan selalu di berikan pemuda  itu kepada saya. Saya sendiri juga melihat sebagian karya-karyanya yang sudah mencapai hamper 2000 tulisan. Sangat menginspirasi, membuat hati ini tergugah. Semakin mengerti sebuah tulisan bisa bermanfa’at yang begitu besar. Menyebarkan ilmu juga merupakan ibadah.

Bagi pemula seperti saya tentunya banyak mengalami hambatan-hambatan dari factor internal maupun eksternal. Hambatan-hambatan itu menjadi penyedap rasa dalam perjalanan saya. Pemuda itu juga selalu mengingatkan Man Jadda Wajada  “Barang siapa bersungguh-sungguh pasti dapat” yang selalu di ucapkan untuk memotivasi. Terimaksih buat pemuda yang menyadarkan saya pentingnya menulis.

Selamat mencoba berkarya ! Do it now, or Never ! Mulai dari sekarang atau tidak sama sekali!i saya. Tunggu apalagi kawan-kawan jika kita sudah tahu manfa’at menulis. Betapa berharganya satu tulisan kita buat orang lain. Saya sendiri juga masih banyak belajar dari orang-orang yang     sudah banyak  pengalaman. Keep spirit…,
Read more..

Sabtu, 26 Mei 2012

Dengan BUKU Kita Dapat MENGGENGAM DUNIA

Buku adalah guru yang paling baik. Yang tak  jemu menuntun, membimbing kita tanpa kenal waktu, lebih tepatnya “setia setiap sa’at. Dimana buku tak pernah jemu menggurui kita. Ia dengan sabar membimbing dan melayani pembacanya. Ia bisa menghampiri kapanpun, tidak terikat waktu dan tempat. Sosok benda mati yang sederhana  dan bijaksanaa yang dapat membuka dunia. Akan tetapi kenapa jendela dunia terkoyak?.Dimana rakyat tidak dapat melihat keindahan zaman.Kini  rakyat Cuma bisa melihat dunia yang sobek dan compang-camping.Tentunya apa kita mau di bodohi oleh keindahan zaman yang ternyata justru membelenggu kita. Sekarang, sa’at ini, detik ini, jangan tunda lagi, lakukan agar kita dapat melihat keindahan itu. Tentu tidak mudah, tancapkan niat dalam diri kita. Kita bisa melihat keindahan dunia jika kita mau bergerak. Lihat ke depan, dimana titik terang itu sangat tampak menghampiri kita. ”Membaca”, sebuah seruan menuju  serpihan-serpihan dan merekatnya menjadi sebuah jendela dunia yang kokoh. Konsep memang harus ideal, aplikasinya tentu saja di sesuaikan kenyataan yang ada. Keindahan Nampak terlihat jelas di mata kita, tapi kenapa kita masih enggan menghampirinya. “Malas merupakan faktor utama yang membuat kita terikat dengan dunia yang gemerlap ini. Keindahan yang semu yang sering terlihat.yang justru sangat menimbulkan dampak negatif. Kuncinya ada pada diri kita, jika kita mau berubah, keindahan dunia yang sebenarnya akan terlihat  jelas.

Bagaimana meningkatkan dorongan /motivasi membaca? Tak jarang kita enggan membaca karena membayangkan harus menghabiskan banyak waktu menekuni buku. Semakin sedikit kita ” bersentuhan” dengan buku, semakin malas kita memulai membaca. Namun ada teknik-teknik agar minat baca bertambah:
a.    Bacalah resensi buku-buku baru di berbagai penerbitan (majalah, tabloid, koran dan lain-lain. Jangan pernah ketinggalan informasi , dari sebagian resensi pasti ada yang menarik perhatian kita.
b.    Jadilah anggota perpustakaan. ‘’Malas” mejadi factor utama,tapi tetaplah berkunjung dan jika perlu meminjam disitu karena godaan membaca akan tinggi jika disekitar kita selalu ada buku-buku pilihan yang menanti kita.
c.    Jangan malas mengunjungi toko buku. Minat membaca bisa meningkat drastis ketika melihat banyak pilihan tema dan gambar sampul yang menarik perhatian kita.
d.    Hadirilah acara-acara yang berkaitan dengan buku, bisa book signing, seminar, pameran, atau bursa buku murah. Disitu kita akan menemui orang yang gemar akan buku dan sering terjadi perkenalan dan perbincangan tentang buku, dengan itu jadi memberi informasi dan meningkatkan minat membaca.
e.    Rencanakan jadwal membaca, untuk meningkatkan semangat kerja kita yang mulai kendor. Jangan berhenti merencanakan meskipun kita jarang melaksanakan.
f.     Jangan merasa kecil hati jika hanya sanggup membaca novel atau komik. Teruskan kesuksesan tersebut.
g.    Beresksperimenlah dengan minat baca kita.
h.    Perdalam mana yang kurang. Mencari buku yang membahas gambling.
i.      Cobalah membaca buku yang sedang ramai di bicaraakaan.
j.      Bacalah buku (tentang) tokoh yang kita kagumi (jika tokoh tersebut pernah menulis buku atau ditulis tentangnya dalam sebuah buku).Keingintahuan inilah yang memotivasi kita untuk membaca.
k.    Membaca buku sepanjang masa, yang dipercaya menginspirasi revolusi suatu negara atau bahkan mengubah dunia

Buku adalah jendela dunia. Dengan membuka buku berarti kita membuka jendela dunia. Kita bisa melihat keluar sesuatu yang baru atau pemandangan yang berbeda.
Manfaat buku;
Membaca sebuah buku berarti membuka cakrawala,
b.    Membaca buku berarti kita menyelami dunia lain,
Ø  Sebuah dunia yang ada dalam pikiran kita, dengan membaca berate kita menyelami berbagai dunia orang lainyang akan memberikan kebijaksanaanyang lebih mendalam dalam menghadapi hidup
c.    Mampu menangkap makna dan hikmah
Ø  Hikmah dan makna buku tidak akan masuk ke dalam pikiran tertutup, buku yang tidak manfa’at adalah buku yang tidak kita baca, sekali kita membaca buku  maka makna dan hikmah masuk ke dalam pikiran kita jika pikiran kita terbuka. Anda adalah salah satunya yang memiliki pikiran terbuka karena mau membaca tulisaan ini.

Semoga bermanfa'at :)


          

Read more..

Dukungan